Biografi Inggit Garnasih

Posted by Chomei Kanagaki on 09:50 AM, 01-Jun-12 • Under: Pengetahuan Umum

inggit-ganarsih-soekarno.jpg
inggit-garnasih-edit.jpg
Inggit Garnasih
lahir di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat , 17 Februari 1888
– meninggal di Bandung, Jawa Barat, 13 April 1984 pada umur 96 tahun
Inggit adalah istri kedua Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia .
Mereka menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung.
Pernikahan mereka dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dan berbahasa Sunda.
Sekalipun bercerai tahun 1942, Inggit tetap menyimpan perasaan terhadap Soekarno, termasuk melayat saat Soekarno meninggal.
Kisah cinta Inggit- Soekarno ditulis menjadi sebuah roman yang disusun Ramadhan KH yang dicetak ulang beberapa kali sampai sekarang.
Arti nama
Ia terlahir dengan nama Garnasih saja.
Garnasih merupakan singkatan dari kesatuan kata Hegar Asih, dimana Hegar berarti segar menghidupkan dan Asih berarti kasih sayang.
Kata Inggit yang kemudian menyertai di depan namanya berasal dari jumlah uang seringgit.
Diceritakan bahwa Garnasih kecil menjadi sosok yang dikasihi teman- temannya.
Begitu pula ketika ia menjadi seorang gadis, ia adalah gadis tercantik di antara teman-temannya.
Diantara mereka beredar kata- kata, "Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit."
Banyak pemuda yang menaruh kasih padanya.
Rasa kasih tersebut diberikan dalam bentuk uang yang rata- rata jumlahnya seringgit.
Itulah awal muda sebutan "Inggit" yang kemudian menjadi nama depannya.
Rujukan Nuryati, Reni dkk. 2007. Istri-Istri Sukarno. Ombak: Yogyakarta
Sumber
id.m.wikipedia.org/wiki/Inggit_Garnasih

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

41 responses to "Biografi Inggit Garnasih"

egvnk takkand pulank [09:58 AM, 01-Jun-12]

wah,,thanks masta dah share artikel bermanfaatnyabiggrin

Chomei Kanagaki [10:12 AM, 01-Jun-12]

"Monolog Inggit"


Ingatkan Sosok
Perempuan di Belakang
Soekarno Kamis, 31 Mei 2012 - 14:04 wib
Pasha Ernowo - Okezone

JAKARTA -Akrabkah Anda dengan nama Inggit Garnasih?
Perempuan di belakang
Soekarno ini akan diangkat
dalam sebuah pementasan
bertajuk “Monolog Inggit”,
sekaligus mengingatkan kita terhadap sosok penting di
balik kemerdekaan Indonesia.


Pertunjukan bertajuk
“Monolog Inggit” akan
dipentaskan pada 4-5 Juni 2012
di Gedung Salihara, Jakarta Selatan.

Inggit Garnasih dipilih
sebagai tokoh utama untuk
meningatkan masyarakat
terhadap sosok penting
perempuan yang hampir
terlupakan di balik perjuangan kemerdekaan
Indonesia.

Pementasan digelar
Titimangsa Foundation
bekerja sama dengan
Antangin JRG dan Selasar
Sunaryo serta didukung Djarum Apresiasi Budaya.

Program Director Bakti
Budaya Djarum Foundation
Renitasari mengatakan bahwa
“Monolog Inggit” merupakan
salah satu pertunjukan yang tidak hanya menampilkan
kolaborasi para pemain dan
tim produksi yang profesional
di bidang teater, tapi juga
mengandung semangat untuk
tidak melupakan setiap bagian dalam sejarah Indonesia.


Sebenarnya, pementasan di
Jakarta ini dihelat untuk
kedua kalinya.
Sebelumnya,
pertunjukan sukses
ditampilkan di Bandung saat momentum Hari Ibu pada
2011. “’Monolog Inggit’
sengaja dihadirkan kembali di
Jakarta sebagai sebuah
semangat untuk menularkan
inspirasi dari seorang perempuan yang dikecilkan
perannya dari pembentukan
dan perjuangan kemerdekaan
Indonesia,” kata Renitasari,
seperti rilis yang diterima Okezone , Kamis (31/5/2012).

Pementasan bercerita tentang
sosok Inggit Garnasih,
perempuan sederhana yang
memberikan seluruh
hidupnya untuk
kemerdekaan Indonesia. Inggit menolak dipoligami
dan memilih hidupnya sendiri
ketika Soekarno ada di pintu
gerbang kemerdekaan
Indonesia, dipuja, dielu-elukan
sejarah.
Sementara Inggit, memilih kembali pada
keseharian hidupnya, meracik
jamu, membuat bedak dan
berjualan.

“Dia mandiri dan tetap
sederhana sampai akhir hidupnya,” lanjut Renita.


Sosok Inggit Garnasih dalam
pertunjukan “Monolog Inggit”
akan diperankan oleh Happy
Salma, yang sudah
berpengalaman dan konsisten di dunia seni pertunjukan.

Pertunjukan di bawah arahan
sutradara Wawan Sofwan
dibantu Ahda Imran sebagai
penulis naskah, Drs Sunaryo
dari Galeri Selasar Sunaryo Bandung sebagai penata
artistik, dan desainer
kenamaan Deden Siswanto
sebagai penata kostum.

Tiket
pertunjukan seharga Rp150
ribu untuk mahasiswa dan Rp250 ribu untuk umum. (ftr)

Sumber
travel.okezone.com/read/2012/05/31/407/639024/monolog-inggit-ingatkan-sosok-perempuan-di-belakang-soekarno

Anyoel KotoKers™ [10:33 AM, 01-Jun-12]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Syukron infox kang chomei smile

Mazaziz [10:36 AM, 01-Jun-12]

nice post sob

Chomei Kanagaki [10:39 AM, 01-Jun-12]

Kisah Bung Karno Melamar
Inggit


Ada begitu banyak bunga
bermekaran di taman Kota
Kembang, tapi hanya satu
yang memikat hati Sukarno
muda.
Dialah Inggit Garnasih.


Tidak soal ihwal rentang usia selusin antara keduanya.
Tidak soal, bahwa tentang
beda usia itu, Bung Karno
terpaksa harus mengecilkan
bilangannya saat pergi
melamar Inggit. Betapa tidak. Lamaran Bung
Karno terhadap Inggit, tidak
serta-merta diterima.
Atas
lamaran Bung Karno,
ayahanda Inggit menjawab,

“Wahai orang muda, kau adalah keturunan bangsawan,
dan dirimu adalah seorang
terpelajar. Di sini dan di mana-
mana ada banyak gadis
hartawan dan terpelajar yang
siap untuk menjadi pasanganmu….”
Diam Sukarno.
“… Kami adalah keluarga
miskin, anakku Inggit sudah
janda; lagi pula tidak
terpelajar, tidak sepadan
untuk menjadi istrimu. Dan
terus terang, saya khawatir, sebagaimana yang lazim
terjadi, perjodohan yang
demikian tidak akan
panjang….”
Takzim Sukarno
mendengarkan.
“…karena ada saja yang
membuat kau malu. Ada saja
yang akan membikin anakku
sakit hati.”
Waktu bergulir… menguasai
ruang dan waktu. Hanya diam
dan sunyi untuk sementara
waktu.
Bung Karno harus
segera menanggapi kata-kata
calon mertuanya. Ia pun menarik napas panjang
sebelum mengeluarkan
tanggapan….

“Bapak, semua itu sudah saya
ketahui lebih dulu, dan saya
tambahkan bahwa saya pun
sudah tahu bahwa Inggit lebih
tua lima tahun dari
saya….”
(Lihatk bagaimana Sukarno mengecil-ngecilkan
bilangan selisih usianya
dengan Inggit, demi lebih
meyakinkan calon
mertuanya)…
“Apakah niat
saya kurang suci, walau sudah saya tahu keadaan semua itu,
kemudian saya pikirkan dan
akhirnya melamar dengan
sadar?”
Ayah Inggit diam,
mendengarkan si muda bicara.
“Bapak, karena itu saya
datang melamar dengan
harapan Bapak
mempertimbangkannya.”
Ayah Inggit menatap tajam
ke arah mata Sukarno ketika
bicara. Dari sana ia menangkap
ketulusan niat Sukarno. Dari
sorot matanya Sukarno
memancarkan keseriusannya. Maka… luluhlah hati calon
mertua, dan akhirnya lamaran
pun diterima.

Sementara kepada bapak-
ibunya, Sukarno pun sudah
menyampaikan niatnya
melamar Inggit. Dan Soekeni,
ayahanda Bung Karno dalam
surat jawabannya menuliskan,
“Ayah dan ibumu
tidak merasa keberatan.
Urusan itu terserah pada
dirimu sendiri. Kami cuma
mengharapkan,
pengalamanmu yang sudah- sudah akan menjadi pelajaran
bagimu.” (roso daras)

Sumber
rosodaras.wordpress.com/2010/11/29/kisah-bung-karno-melamar-inggit/

Chomei Kanagaki [10:45 AM, 01-Jun-12]

rumah bersejarah
Inggit Garnasih yang terletak
di Jl. Ciateul Bandung (namun
nama jalan sudah diubah
menjadi Jl. Inggit Barnasih).
Rumah ini menjadi saksi sejarah saat Ir. Soekarno,
proklamator kemerdekaan
Indonesia bertemu dengan
sosok wanita sunda Inggit
Garnasih. Mereka mengukir
sejarah panjang dalam merebut kemerdekaan bangsa
dan negara Indonesia tahun
1945. Suka duka mereka jalani di
saat masa-masa rakyat
Indonesia dalam cengraman
penjajah Belanda. Bung Karno
tampil sebagai sosok panutan,
idola mampu membakar semangat rakyat untuk bisa
merdeka dari belenggu
penjajahan. Meski risiko yang
dihadapi Bung Karno adalah
ancamanm teror dan
kematian namun sang pemimpin fajar ini terus
berjuang tak mengenal putus
asa. Pemberi inpsirasi dan
semangat yang bergelora
adalah sosok perempuan yang
telah menggetarkan jiwanya, tidak lain adalah Inggit
Garnasih. Namun sejarah mencatat,
akhirnya Inggit dan Soekarno
harus berpisah karena msalah
rumah tangga. Selama
beberapa tahun berumah
tangga, Inggit tidak dikarunia anak, sehingga dia menyadari
kalau Bung Karno mencari
wanita idaman lain, dan
ternyata Bung Karno jatuh
hati kepada sosok wanita
yang bernama Fatmawati saat dia dibuang di Bengkulu. Kisah
cinta pun merangkai antara
kedua pasangan yang sama-
sama saling jatuh cinta. Sementara Inggit harus
mengelus dada ditinggal laki-
laki yang telah memberinya
semangat dan
membangkitkan rakyat
untuk merdeka. Inggit akhirnya harus merelakan
Bung Karno mencintai wanita
yang pernah bersama-sama
dengannya. Inggit pun
kembali ke Bandung dan
hidup di rumah yang sangat sederhana. Di tempat itulah,
Dia tidak ingin menjadi
seorang yang selalu
mengemis. “Saya tidak mau
meminta-minta kepada orang
lain, saya ingin berbuat yang terbaik,” tutur Inggit yang
selama berada di Jl. Ciataeul
rajin membuat bedak
kecantikan dan berbagai
olahan lain. Saat usianya semakin tua dan
mencapai 90 tahun, suatu hari
rumah Inggit kedatangan
Fatmawati, Guruh Soekarno,
dan Fatmawati. Imnggit
sedang terbaring sakit, namun ketika datang Fatmawati
segera saja dia berdiri dan
keduanya saling berpelukan
dan menangis, bagaimana pun
mereka adalah dua wanita
yang mencintai satu lelaki pemimpin negara yang sudah
tidak ada lagi di dunia. Pertemuan itu begitu
mengharukan dan banyak
yang meneteskan air mata.
Ketika dianyata wartawan,
bagaimana perasaan Inggit.
Dia berkata ‘”Dari dulu juga saya mencintai Fatmawati,
sampai sekarang karena kami
pernah hidup bersama-
sama….”ujar Inggit dengan air
mata menetes di pipinya. Kini keduanya sebagai
pedamping pemimpin besar
revolusi Soekarno sudah
tidak, namun Inggit dan
Fatmawati telah memberi
pelajaran yang sangat berharga dalam hidup ini :
Jadilah wanita tegar…setegar
karang di tengah lautan yang
diterjang ombak namun tetap
bertahan…..

Kuswari Miharja

Sumber
yasirmaster.blogspot.com/2011/10/kisah-haru-inggit-garnasih.html?m=1

Ali new'version [10:50 AM, 01-Jun-12]

Mantep kang

Chomei Kanagaki [10:57 AM, 01-Jun-12]

TRIBUNNEWS.COM,
BANDUNG - Inggit Garnasih, istri mantan Presiden RI
Soekarno, perempuan asal
Kamasan Kecamatan Banjaran
dinilai sangat layak dijadikan
pahlawan nasional. "Bicara Inggit Garnasih bukan
bicara setelah 17 Agustus, tapi
jauh sebelum itu. Ibarat
industri, Inggit itu industri
hulu yang memproduksi
produk berkualitas. Artinya, Inggit sebagai motivator
Soekarno, memberikan
semangat moral dan materi
bagi Soekarno dalam
memerdekakan Indonesia,"
ujar Awaludin Nugraha. Awaluddin berbicara dalam
Seminar Nasional Pengusulan
Ulang Alm Inggit Garnasih
Sebagai Pahlawan Nasional
yang diselenggarakkan
Yayasan Masyarakat Sejarah Indonesia (YMSI) Jabar di
Museum Sri Baduga Bandung,
Sabtu (21/4/2012). Sementara itu, Nina Lubis
selaku ketua YMSI Jabar
mengatakan dari sejumlah
pengajuan pahlawan nasional
asal Jabar yang telah diajukan
sebelumnya, hanya 2 nama yang bisa diajukan kembali,
salah satunya Kh Ahmad
Sanusi dari Sukabumi dan
Inggit Garnasih dari
Kabupaten Bandung. "Inggit Garnasih sebelumnya
sudah diajukan namun belum
lolos. Tapi, dari sejumlah nama
pahlawan nasional yang
pernah diajukan sebelumya,
dua nama yang bisa diajukan kembali. Yakni, Kh Ahmad
Sanusi dari Kabupaten
Bandung dan Kh Ahmad
Sanusi dari Sukabumi," papar
Nina Editor: Anita K Wardhani
Sumber : Tribun Jabar

m.tribunnews.com/2012/04/21/inggit-garnasih-layak-jadi-pahlawan-nasional

Alank [11:03 AM, 01-Jun-12]

mantaf gan. . Jangan lupa kunbal'y. Http://alangwap.com

Chomei Kanagaki [11:06 AM, 01-Jun-12]

Judul : Kuantar ke Gerbang
Penulis : Ramadhan KH
Penerbit : Bentang
Terbit : I, Maret 201
Halaman : x + 431 Halaman Banyak keberhasilan tokoh besar justru didukung oleh perempuan hebat dan kuat di belakangnya. Perempuan itu tidak lain adalah para istri yang selalu setia. Pengorbanan dan dedikasi istrilah yang mengantarkan para suami ke gerbang kebesaran. Namun sayang, kiprah perempuan-perempuan luar biasa itu sering terlupakan. Penyebabnya, para tokohlah yang lebih mendapat perhatian maupun ekspos ketimbang istri mereka. Para perempuan ini memang tidak mengharapkan balasan. Namun, penghargaan patut mereka terima atas apa yang telah mereka sumbangkan bagi para tokoh yang mereka dampingi. Begitu juga dengan roman sejarah Kuantar ke Gerbang yang mengisahkan perjalanan Inggit Garnasih dan Soekarno. Dari buku ini dapat terlihat bagaimana pengorbanan maupun sumbangsih Inggit terhadap Soekarno. Dikisahkan dalam novel ini, bagaimana Inggit telah melakukan banyak hal untuk mendukung aktivitas Soekarno, dimulai dari ketika Soekarno masih menjadi mahasiswa di Bandung, hingga ketika ia mengalami masa-masa sulit di bawah tekanan pemerintah Hindia Belanda. Pengorbanan Inggit Garnasih ini dideskripsikan oleh Ramadhan KH, penulis buku ini, misalnya ketika Inggit harus mencari nafkah untuk keluarga. Maklum, ketika masih menjadi mahasiswa, Soekarno belum memiliki pekerjaan. Padahal saat itu ia telah menikah dengan Inggit. Hal yang sama juga terjadi ketika Soekarno dijebloskan ke dalam penjara oleh pemerintah Belanda karena dituduh telah merencanakan kejahatan. Ketika itu Inggit tetap setia mendampingi Soekarno. Inggit menutup-tutupi kesulitan dirinya agar Soekarno tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ia ingin Soekarno tetap merasa tenang dan tidak diganggu pikiran tentang dirinya. Bahkan ketika Inggit terpaksa berjalan bersama anaknya kaki dari Bandung menuju penjara Sukamiskin, Ujung Berung, Bandung, untuk menjenguk Soekarno, hal itu tidak diceritakannya. Ini menunjukkan bahwa Inggit ingin Soekarno tidak dibebani hal yang "tidak penting" selama berada di penjara. Kesetian Inggit teruji kembali ketika Soekarno diasingkan ke Ende maupun ke Bengkulu. Ketika itu Inggit menyatakan akan mengikuti Soekarno ke pengasingan. Hal ini tentu bukan perkara mudah, apalagi kedua daerah itu merupakan wilayah yang belum pernah didatangi oleh Inggit sebelumnya. Tetapi Inggit tidak memedulikan hal itu. Keputusannya untuk mengabdi kepada sang suami sudah bulat. Bagi Inggit, mendampingi suami dalam susah maupun senang sudah menjadi kewajiban seorang istri. Hal yang paling melukai Inggit adalah ketika Soekarno mengemukakan
keinginananya untuk memiliki anak. Itu berarti Soekarno harus menikah dengan perempuan lain karena Inggit kecil kemungkinanya untuk bisa memberikan anak. Namun toh Inggit pasrah. Sebab ia tahu, dengan memberikan kesempatan kepada Soekarno untuk menikah dengan perempuan lain, berarti ia telah memberikan kesempatan kepada lelaki itu untuk berbuat banyak untuk Indonesia.
Itulah potret pengorbanan dan totalitas perempuan para pendamping tokoh besar negeri ini. Sekecil apapun, selalu ada yang diberikan demi sukses sang suami. Apa yang diterima, mereka tidak peduli.

www.binhakim.com/2011/07/kisah-pengabdian-inggit-garnasih-istri.html?m=1

kehthong's mobile blog [11:06 AM, 01-Jun-12]

di tnggu kunbalnya om. . .

Chomei Kanagaki [11:09 AM, 01-Jun-12]

BANDUNG, (PRLM).- Yayasan
Masyarakar Sejarawan
Indonesia (YMSI) kembali
mengusulkan Alm. Inggit
Garnasih sebagai Pahlawan
Nasional. Istri pertama proklamator Alm Sukarno
untuk ketigakalinya
dilakukan bertepatan dengan
peringatan Hari Kartini, pada
Sabtu (21/4) setelah adanya
penawaran dari Kementeeian Sosial RI. "Tahun ini merupakan yang
ketigakalinya, setelah tahun
2008 dan 2009 ditolak
pemerintah. Mudah-mudahan
bertepatan dengan
momentum Hari Kartini keinginan kita menjadikan
Ibu Inggit sebagai Pahlawan
Nasional dapat terlaksana,"
ujar Ketua YMSI, Prof. Dr. Nina
Lubis disela-sela Seminar
Nasional Pengusulan Alm. Inggit Garnasih sebagai
Pahlawan Nasional bertempat
di Aula Museum Negeri Sri
Baduga, Jln. BKR Bandung,
Sabtu (21/4). Diungkapkan Nina,
pengusulan Inggit Garnasih
dilakukan pihaknya setelah
banyaknya pihak yang
memberikan dukungan pada
YMSI. Berdasarkan fakta maupun data, Inggit Garnasih
layak diangkat sebagai
pahlawan nasional, karena
beliau menunjukkan
semangat kepahlawanan,
kepatriotan, dan kejuangan untuk kemerdekaan bangsa
Indonesia, selain itu dia
memiliki integritas moral dan
keteladanan yang layak
diteladani oleh segenap bangsa
dan negara Indonesia. “Sebagai seorang isteri
pendamping setia Soekarno,
Inggit Garnasih ikut dalam
perjuangan politik,
mendampingi Soekarno dan
mengakampanyekan kemerdekaan dari Bandung,
Yogyakarta, Surabaya serta
sejumlah daerah di tanah air.
Selama hampir dua puluh
tahun mendampingi
perjuangan politik Soekarno, Inggit Garnasih terus berjuang
melebihi kewajibannya
sebagai seorang istri
Soekarno," ujar Nina. Bahkan menurut Nina, hingga
akhir hayatnya Inggit
Garnasih tetap memiliki
konsistensi jiwa dan
semangat kebangsaan yang
tinggi. Perjuangan yang dilakukannya mempunyai
jaungkauan luas untuk
mendorong kemerdekaan dan
berdampak sosial. Nama
Inggit Garnasih telah diakui
aktivitas perjuanggan dan namanya telah diabadikan
sebagai nama jalan di Kota
Bandung. “Bahkan bekas tempat
kediamannya di Jln, Ciateul
no. 8 telah dijadikan "Rumah
Bersejarah Inggit Garnasih"
pada tahun 2010 lalu. Namun
sayang secara nasional, perjuangan Inggit Garnasih
belum diakui yang dibuktikan
ditolaknya sebanyak dua kali
sebagai pahlawan nasional,"
ujar Nina. (A-87/A-26).

www.pikiran-rakyat.com/node/185530

Ludy [11:14 AM, 01-Jun-12]

nyimak sob, buru buru nih nbnyak new posting, ditumggu kunbalnya hehe
kkaaabbbuuurrrr biggrin

Raiz17 [11:22 AM, 01-Jun-12]

baru tau ane chom

Blogmwb.pun.bz [11:57 AM, 01-Jun-12]

Bio.A keren
down-arrowdown-arrowdown-arrow
http://blogmwb.pun.bz/trik-mengganti-kata-mywapblog-di-bagian.xhtml

NAWANZ ~RED ARMY~ [12:26 PM, 01-Jun-12]

jadi tau ane.

drafterari [12:47 PM, 01-Jun-12]

panjaaank.. Hehehe.. Trampil bgt kang

Vicky Uchiha [01:58 PM, 01-Jun-12]

Nice infonya sob.

Javatrick | Java Zone [03:06 PM, 01-Jun-12]

Nice info gan..

Dj_SyARif [03:06 PM, 01-Jun-12]

Nice info sobbiggrin

ibnu gunar [03:18 PM, 01-Jun-12]

like...
Infonya keren kang.

Bayu TAV 2 [03:56 PM, 01-Jun-12]

Panjang. . . . .
thanks infonya

Reza [04:26 PM, 01-Jun-12]

PANJANG bener,.
mantaf gan infony

Sisie3C [04:35 PM, 01-Jun-12]

mantap dch a..
yg ini sie pling suka kalimatnya..
"Jadilah wanita tegar…setegar karang di tengah lautan yang diterjang ombak namun tetap bertahan….." wink

Arankula Jaelani [05:02 PM, 01-Jun-12]

asalamu'alaikum..
Met sore master
ikutan baca2 biar tambah pengalaman
salken jg dgn arankula..wink biggrinkalo smpt mampir d blog ane y bos

Chomei Kanagaki [05:18 PM, 01-Jun-12]

Jika pemerintah tak mengangkat Almarhum Inggit Garnasih jadi pahlawan maka bangsa ini tak akan pernah menjadi bangsa yang besar. Aku dapat rasakan situasi beliau dulu . Dia berkorban untuk bangsa ini tapi kita tak menghargainya sama sekali. Dia adalah sosok yang patut di tiru. Semoga engkau mendapatkan yang patut kau dapatkan Pahlawanku , Inggit Garnasihsad

Sekti Priyanto [06:03 PM, 01-Jun-12]

Pnjang beuddt.. mrgreen

#smangat slaluu

KuncunkNkasc [06:58 PM, 01-Jun-12]

sumpah ane baru tau siapa inggit itu. Taunya istri ke 2 presiden soekarno

☆ HeRmAn™SisX☆ [07:42 PM, 01-Jun-12]

Met mlm master sory ane bru smpt mampir lg stelah beberapa hari ane lgi malz ngblog, ane hadir untuk beri semangat blog master smga tmbh suces blognyabiggrinbiggrin
http://hermans60.heck.in

balax-6 [07:54 PM, 01-Jun-12]

Di save ah kangbiggrin

Azizah [05:49 AM, 02-Jun-12]

kunjungan pagi.

Uciha_maldy [06:47 AM, 02-Jun-12]

aku suka blog ini gak sia2 aku followsmile

Kalow ada waktu mampir di setiap postinganQ eaah sobwink

D'JangkriX | VideoBokep3gp [08:07 AM, 02-Jun-12]

Jalan2 pagi mampir di bLog mazta
Nyimak dulu ranger

Rio Putra [10:00 AM, 02-Jun-12]

Nice info

GLinding BalaNce_76 [10:30 AM, 02-Jun-12]

BM brow,.

Ngopi,.. Secangkir Smangat Untuk
INDONESIA

www.glinding76.com

Andm_efc [01:00 PM, 02-Jun-12]

buset dah rame bener !!

budak barca™ [01:03 PM, 02-Jun-12]

<b>ajibb..sobatt...
kunbal di
arrow http://barca.mywapblog.com

ᐇ SandyDroidFreakers™ ᐇ [03:31 PM, 02-Jun-12]

nice sob


sorry sob gabisa tiap hari berkunjung

Visit :
Sandy.heck.in
Share Everything

wong kito galo [03:36 PM, 02-Jun-12]

lengkap nih8-0..
ijin catet bosmrgreen

Olan Rizky [08:27 AM, 03-Jun-12]

kuntel gan jng lupa kunbal

Fanzy [07:55 PM, 03-Jun-12]

mantep ganmrgreen dtunggu kunbal n flowbcknya hhimrgreen

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images