Kifarat

Diposting oleh Chomei Kanagaki pada 13:05, 29-Jul-12 • Di: Artikel Islami

KIFARAT
Pengertian
Kafarat adalah bentuk sighah mubalaghah dari kata Al Kufru yang berarti As Sitru (Penutup), maksud nya adalah segala bentuk pekerjaan yang dapat mengampuni dan menutup dosa sehingga tidak meninggalkan pengaruh atau meninggalkan bekas yang menyebabkan adanya sangsi di dunia hingga akhirat.
Kafarat dapat juga diartikan sebagai penebus, sebagai contoh apabila kita bersumpah atau tidak sesuai antara niat, ucapan dan tindakan dalam beribadah kepada Alloh ta’ala maka harus segera ditebus dengan memperbaikinya dan didenda. Kifarat secara bahasa berarti menutup. Sedangkan secara istilah yaitu sejumlah denda yang wajib dibayar oleh seseorang yag melakukan perbuatan tertentu yang dilarang oleh Allah. Kifarat adalah hak Allah sebagai tanda tobat.
Kifarat(denda) adalah sesuatu yang dapat menghapuskan dosa. Yaitu denda yang dapat diakibatkan pelanggaran syariat Islam.

Hukum Kifarat
Hukum kifarat adalah wajib. Hal ini berdasarkan pada beberapa ayat dan hadis yang terkait dengan beberapa pelanggaran yang dilakukan sahabat nabi dan ketika mereka mengadukan kepada rasulullah saw tentang hal itu Rasulullah saw memerintahkan untuk membayar kifarat.

Ada tujuh hal yang diterangkan tebusan-nya dalam syari’at Islam, yaitu:
1. Tebusan untuk pelanggaran sumpah
2. Tebusan untuk pelanggaran nadzar
3. Tebusan pembunuhan
4. Tebusan zhihar (suami, Engkau bagiku seperti punggung ibuku.)
5. Tebusan ila’ (sumpah untuk tidak menggauli isteri)
6. Tebusan karena ber-jima’ di siang hari bulan Ramadhan
7. Denda dalam haji.

Jika diklasifikasikan, jenis tebusan dibagi dua:
1. Boleh memilih:
tebusan sumpah, nadzar, ila’, melakukan larangan ketika haji karena sakit, membunuh binatang buruan ketika haji, ada binatang yang serupa maupun tidak ada.

2. Tidak boleh memilih:
tebusan zhihar, ber-jima’ di siang hari Ramadhan, membunuh, meninggalkan kewajiban haji karena sakit ketika haji, terhalang haji tamattu’ dan haji qiran, dan ber-jima’ sebelum tahallul awwal dalam haji.

Macam-macam kafarat:
1. Memerdekakan budak mukmin, tidak cacat yang bisa mengurangi manfaatnya. ( Namun ulama Hanafiyah tidak mengharuskan budak yang dimerdekakan harus beriman) .
2. Puasa (jika tidak mampu memerdekakan budak) selama 2 bulan berturut-turut tidak termasuk hari raya dan hari tasyrik.
Harus berturut-turut, karena kalau tidak maka ia wajib mengulangnya dari hitungan pertama, menurut Hanafiyah, walaupun hal itu dilakukan karena 'udzur. Sementara ulama Malikiyah mengatakan pengulangan tersebut wajib dilakukan jika ia berbuka dengan sengaja tanpa 'udzur. Seseorang tidak boleh langsung memilih alternatif kedua ini, jika ia mampu melakukan yang pertama. Beda dengan Malikiyah, yang membolehkan memilih yang apa saja di antara alternatif- alternatif yang ada.
3. Memberi makan orang miskin.
Ini dipilih, jika seseorang tidak mampu menunaikan dua yang pertama. Jika seorang melakukan berulang kali pelanggaran yang mewajibkan kafarat, apakah kafarat tersebut harus dilakukan sejumlah pelanggaran yang ia lakukan? Pelanggaran dihitung per hari. Jadi jika, misal ada tiga pelanggaran dalam sehari, maka tetap dihitung sekali saja, sehingga ia wajib membayar satu kafarat saja. Lain dengan Hanafiyah yang mengatakan bahwa ia cukup melaksanakan satu kafarat untuk semua pelanggaran yang ia lakukan. Jika setelah melakukan pelanggaran yang mewajibkan kafarat (seperti makan dengan sengaja atau bersetubuh) ia mempunyai 'udzur yang membolehkan berbuka, seperti sakit atau lainnya maka menurut jumhur 'udzur tersebut tidak menggugurkan kewajiban kafarat. Karena 'udzur tersebut terjadi setelah pelanggaran. Sementara menurut Hanafiyah 'udzur tersebut bisa menggugurkan kafarat.

kaffarat/kifarat itu terdapat pada beberapa tempat dan klasifikasi yaitu:
1. Kaffarat orang yang membunuh.
Dosa besar membunuh seorang muslim yang bukan haq syar’iyah. Artinya bukan orang yang terkena ketetapan hukum pidana qishash, had qadzaf, had sirqah, had khamer, dan had zina, yang telah di putuskan oleh hakim pengadilan negara islam. Siapa yang membunuh orang muslim tanpa salah satu sebab di atas, atau membunuh secara tidak sengaja misalnya menabrak, menembak binatang buruan tapi malah mengenai orang, dan lain-lain, maka ia harus membayar kifarat (denda) dengan cara:

a. Memerdekakan hamba sahaya yang muslim sambil memberikan santunan kepada keluarga korban.
b. Melaksanakan puasa dua bulan berturut-turut.
Hal ini berdasarkan firman Allah swt yang artinya :
“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin lain kecuali karena tidak sengaja. Barang siapa membunuh sesama mukmin dengan tidak sengaja, hendaklah membebaskan hamba sahaya yang beriman serta menyerahkan diat (santunan) kepada keluarga korban kecuali jika mereka menyedekahkannya. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, hendaklah (si pembunuh) memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman. Jika dia (korban) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian damai antara mereka dengan kamu, hendaklah (si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarga (korban) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, hendaknya (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah swt. Dan adalah Allah swt Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa [4]:92)

2. Kaffarat Dhihar
Zhihar Secara bahasa berarti punggung. Sedangkan menurut istilah syar’i, kata zhihar berarti suatu ungkapan suami kepada isterinya, ”Bagiku kamu seperti punggung ibuku” dengan maksud dia hendak mengharamkan isterinya bagi dirinya. Maka barang siapa yang menzhihar isterinya maka ia harus membayar kifarat, adapun kifaratnya adalah:
a. Memerdekakan hamba sahaya/ budak.
b. Puasa dua bulan berturut- turut.
c. Memberi makan kepada enam puluh miskin.
Hal ini berdasarkan firman Allah swt yang artinya “
Orang-orang yang mendzihar isteri maka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami- isteri itu bercampur.
Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah swt mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut- turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan 60 orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah swt, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang amat pedih.”
(QS. al-Mujadalah [58]:3-4).
Apabila seorang suami kepada istri berkata:
“ Engkau adalah bagiku haram”. Maka jika dibahas dalam hukum syara’ apabila ia niat thalaq, maka jatuhlah thalaq kepada istrinya. Apabila ia niat dhihar, maka sahlah dhiharnya. Apabila mengharamkan istri itu tidak dengan thalaq dan tidak pula dengan dhihar, atau ithlaq tidak diniatkan sesuatu, maka wajib kaffarat yamin, dan sekalipun tidak terdapat lafal yamin. (Kifayatul Akhyar: II/86-87). Sumber: Kitab Tabyinal Ishlah Karya KH.Ahmad Rifa’i

3. Kaffarat Yaman.
Kafaratul yamin adalah bentuk penebusan sumpah dari seorang muslim atau muslimah yang sudah mukallaf ketika mengulang- ngulang ucapan “Demi Allah” saat ingin melakukan sesuatu, seperti mengucapkan “Demi Allah, aku tidak akan mengunjungi si fulan” atau “ Demi Allah, aku akan mengunjungi si fulan” sebanyak dua kali atau lebih, atau ucapan-ucapan lain sejenisnya. Kemudian dia melanggarnya dengan tidak melaksanakan perbuatan yang akan dilakukan atau ditinggalkannya berdasarkan sumpahnya tersebut. Dia wajib membayar kafarat (tebusan) sumpah, dengan cara memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian atau membebaskan budak. Hal ini berdasarkan firman Allah Yang artinya :
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah- sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jangalah sumpahmu”
[Al-Maidah : 89]
Bila sumpah tersebut terucap oleh lisannya tanpa disengaja atau dimaksudkan, maka sumpah tersebut dianggap tidak berlaku, sehingga dia tidak wajib membayar kafarat atas hal itu. Hal ini berdasarkan firmanNya, “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah- sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah)
” [Al-Ma’idah : 89]
Adapun seseorang yang sumpah berkali-kali untuk satu perbuatan dia cukup membayar satu jenis kafarat saja. Sebaliknya jika bersumpah berulang-ulang untuk jenis perbuatan yang berbeda maka wajib baginya membayar kafarat untuk setiap perbuatan dan sumpahnya.
Cara membayar kafaratul yamin adalah dengan memberi makan (makanan yang biasa dimakan sehari- hari) kepada 10 orang miskin siang dan malam, dan tidak boleh hanya siang atau sore saja. Pembayaran kafarat boleh diberikan kepada 1 keluarga jika memang terdiri dari 10 orang miskin baik kecil maupun dewasa. Jika hendak membayarnya dengan bahan matang dan terbiasa makan dengan lauk atau sayur, maka wajib menyertakan lauk dan sayur dalam makanan tersebut. Jika berbentuk bahan mentah ukurannya adalah setengah sha’ atau kurang lebih 1,5kg. Adapun uang atau harta yang dipakai hendaknya diambilkan dari harta orang yang melanggar sumpah. Imam Ibnu Qudamah dan Ibnu Baz melarang membayarnya dalam bentuk uang tunai. ( Mughni Ibnu Qudamah 11/256, Fatawa islamiyah 3/481). Jika tidak mampu, maka dia wajib berpuasa 3 hari berturut- turut.
Catatan;
kafarah ini hanya diwajibkan jika ada kata-kata demi Allah, atau “ wallahi, tallahi, billahi” yang artinya adalah “demi Allah”, janji yang diucapkan dan tidak disertai kata tersebut lalu dilanggar hukumnya dosa tapi tidak diwajibkan kafarah. Misalnya cuma mengatakan, “Janji deh, aku besok pasti datang.” lalu tidak jadi datang, dia dosa tapi tidak wajib kafarah.

Syarat Wajibnya Kafarat Atas Pelanggaran Sumpah
1. Sengaja mengucapkan sumpah:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah- sumpahmu yang tidak disengaja, tetapi Dia menghukum disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja (Q.S. Al-Ma’idah: 89).
2. Sumpah diucapkan atas perkara yang mungkin (terjadi) di masa yang akan datang.
3. Diucapkan atas pilihannya sendiri, seseorang yang dipaksa mengucapkan sumpah tidak dikenakan tebusan atau denda; Ummatku dimaafkan karena kekeliruan dan kelupaan serta perkara yang dipaksakan kepadanya. (HR. Ibnu Majah: (1/659), al- Hakim, shahih (2/198 ).))
4. Seseorang bersumpah karena lupa, atau melanggarnya karena lupa, maka tidak dikenakan kafarat. (Asy-Syarh Al-Kabir (2/143).
5. Diucapkan dengan lisan; sumpah yang hanya dalam hati tidak dikenai sanksi. Sesungguhnya Allah membiarkan bagi ummatku sesuatu yang dibisikkan dalam hatinya selama tidak dibicarakan dan tidak pula dilaksanakan. (HR. Al-Bukhari: (2528)
6. Terjadi pelanggaran atas sumpah.

4.Kaffarat Persetubuhan.
Dari Abu Hurairah ra berkata: “
Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw, lalu mengatakan : “Saya telah binasa, ya Rasulullah!
Nabi berkata : “Apakah yang menyebabkan engkau binasa?”
Dia menjawab: “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya dibulan Ramadhan”
Nabi bertanya: “Adakah engkau mendapatkan (uang) untuk memerdekakan hamba sahaya?”
Dia menjawab: “Tidak!”
Nabi bertanya: “Sanggupkah engkau puasa dua bulan berturut-turut?”
Dia menjawab: “Tidak!”
Nabi bertanya: “Adakah engkau mendapatkan (makanan) untuk memberi makan enam puluh orang miskin?”
Dia menjawab: “Tidak!”
Kemudian orang itu duduk. Lalu dibawa orang kepada Nabi sebuah keranjang yang berisi korma 15 Sha ’(32,64 Kg).
Nabi berkata: “Sedekahkan ini!”
Dia menjawab: “Kepada orang yang lebih miskin dari kami? Tidak ada dari penduduk Madinah, keluarga rumah tangga yang lebih memerlukannya dari kami.
Lalu nabi tertawa sehingga kelihatan gigi taring beliau.
Kemudian Nabi berkata: “Pergilah dan beri makanlah keluargamu dengan ini!”
(HR. Muslim)
Dari hadis di atas bagi seseorang yang sedang berpuasa dan melakukan hubungan suami isteri disiang hari atau makan dan minum siang hari pada bulan ramadhan tanpa uzur maka kifaratnya adalah:
a. Memerdekakan budak.
b. Puasa dua bulan berturut- turut.
c. Memberi makan enam puluh orang miskin setiap orangnya satu mud (544 gram) baik berupa gandum,kurma atu sejenisnya yang ia mampu.
Adapun tata cara pelaksanaan kifaratnya adalah Menurut pendapat Hanafi, Syafi’i dan Hanbali bahwa kifarat ini mesti dilaksanakan secara tertib, Maksudnya, pertama mesti memerdekakan budak, jika tidak mampu baru boleh pindah kepada kifarat yang kedua, puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu juga baru boleh pindah kepada kifarat yang ketiga, memberi makan enam puluh orang miskin. Di mana kifarat tersebut harus dilaksanakan bagi yang mampu atau tidak mampu dan bagi yang tidak mampu tanggungan kifarat tersebut ditunggu sampai mampu. Orang yang bersetubuh di siang hari bulan Ramadhan adalah merusak puasanya dan terhukum dosa besar. Bagi orang yang melanggar dikenakan sanksi wajib menunaikan kaffarat. Yang wajib menunaikan kaffarat hanyalah pihak lelaki, sedang pihak wanita tidak diwajibkan. Dan barangsiapa ia melanggar dua kali seperti ia melakukan hubungan suami istri di sianghari bulan Ramadhan dengan sengaja dan tanpa terpaksa. Dan ia makan minum sengaja di siang hari di hari yang lain maka ia wajib membayar dua kali kifarat.

Berjima atau melakukan hubungan suami isteri saat isteri sedang haid, Adapun mengenai berjima saat isteri haid, Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid (jilid I: 43)
menjelaskan ada perbedaan ulama fikih dalam menghukumi berhubungan badan saat isteri sedang haid. Jumhur ulama diantaranya Imam Malik, Imam As-Syafii dan Imam Abu Hanifah menjelaskan cukup bagi pelakunya untuk bertobat kepada Allah swt dengan beristigfar dan tidak dihukumi adanya perintah bersedekah. Berbeda dengan Imam Ahmad bin Hanbal yang menganjurkan bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar.

5. Kafarat nazar
Untuk kafarat nadzar sama seperti kafarat sumpah

6.Kafarat meng ila’ istri
Sama dengan kafarat sumpah,karena ila’ itu adalah bersumpah untuk tidak menggauli istri

7.Denda dalam haji
Denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan – larangan Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Para Ulama telah sepakat bahwa seseorang yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila melakukan antara lain pelanggaran – pelanggaran sebagai berikut :
Melakukan Haji Qiran atau Tamattu.
Tidak Ihram dari Miqat
Tidak Mabit I di Muzdalifah
Tidak Mabit II di Mina
Tidak melontar Jumrah
Tidak melakukan Tawaf Wada

DAM TAKHYIR TA’DIL
Membayar dam untuk kesalahan melakukan salah satu dari dua perkara yaitu ; memburu binatang darat yang boleh dimakan dagingnya, atau menebang, memotong dan mencabut tanaman di tanah suci.
Dendanya adalah salah satu berikut ini :
Memotong seekor kambing atau memberi Fidayah kepada fakir miskin senilai satu kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TAKHYIR TAKDIR.
Membayar denda karena melakukan satu dari larangan- larangan berikut ini :
Memotong ,mencabut rambut atau bulu badan,
Mengenakan pakaian terlarang sewaktu ihram
Memakai minyak wangi pada rambut atau jenggot
Memawak wewangian pada badan atau pakaian
Bersetubuh sebelum Tahallul kedua.
Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TARTIB TA’DIL
Membayar denda karena bersetubuh dengan istri sebelum tahallul, yaitu dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai satu unta atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TARTIB TAKDIR
Membayar denda karena melakukan salah satu perkara – perkara sebagai berikut ;
Melakukan Haji Tamattu atau Qiran.
Tidak melakukan Wukuf di Arafah
Tidak Melontar Jumrah
Tidak Mabit di Muzdalifah
Tidak Mabit di Mina
Tidak Ihram di Miqat
Tidak melakukan Tawaf Wada
Tidak memenuhi nazar yang diikrarkan.
Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

PELANGGARAN DAN DENDA
-Larangan > Kondisi Dam atau denda
-Memakai Pakaian Pria > Memotong seekor kambing , berpuasa selama 10 hari. 3 hari di tanah suci sisa di tanah air
-Menutup kepala Pria > Memotong seekor kambing
-Menutup muka atau tangan Wanita> Memotong seekor kambing
-Memotong rambut Lebih dari 12 helai >Memotong seekor kambing
-Memotong Kuku Kurang dari 12 helai > Memberi makan Fakir Miskin
-Memakai wewangian Pria/Wanita > Bersedekah 1 Mud
-Berburu atau membunuh binatang buruan > Memotong seekor kambing atau memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa setiap fakir miskin satu hari puasa
-Bertengkar Pria/Wanita > Memotong seekor kambing
-Merusak tanaman di tanah suci > Memotong seekor kambing
-Melakukan akad nikah atau menikahkan Sebelum Tahallul Awal > Memotong seekor kambing
-Bersetubuh Sesudah tahallul Awal > Hajinya Batal, Wajib Memotong seekor unta atau sapi atau puasa selama 10 hari. 3 hari di tanah suci sisa di tanah air. Hajinya sah, Wajib memotong seekor unta atau sapi.

Sumber
http://islamwiki.blogspot.com/2009/04/kifarat.html?m=1
http://adikembar.wordpress.com/tadzkirah/apuasa/kifarat/
http://tanbihun.com/fikih/tentang-kaffaratkifarat/
http://www.kucoba.com/2012/03/kifarot-atau-kafarat-dasar-hukum.html
http://www.arrisalah.net/konsultasi/2010/07/kafaratul-yamin-dan-cara-menebusnya.html
http://groups.yahoo.com/group/pesantren/message/265
http://disiplinilmu.wordpress.com/2011/03/05/makalah-kafarat/

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

23 tanggapan untuk "Kifarat"

JURNAL pada 13:08, 29-Jul-12

Kunjungan siang JURNAL Ke blog Sahabat"

"nice info gan.....",Thanks da Share,Oh Ia Blog Sahabat telah JURNAL follow , Jika Berkenan Di tunggu Follback Dan Kehadirannya Sahabat Di blog JURNAL | jurnal.heck.in

Rian Marley Rastafara pada 13:47, 29-Jul-12

artikel sangat bermanfaat gan biggrin semoga makin sukses aja di tunggu Kunbalnya ada yang bru nih buat juraGan
http://rian378.mywapblog.com/momonon- reggae-band.xhtml

Aku Bugil pada 13:57, 29-Jul-12

mantap bro, ane tun66u kuNbalnya.

ada boKep miYabi terBaru :mrgren:

Leo Lambardi pada 14:16, 29-Jul-12

lengkap bnget gan,, ampe' ketiduran ane td bacanyabiggrin

Muhammad Husin Nafarin pada 14:18, 29-Jul-12

nice post ..
Nyimak aja gan dari www.semuaberbagi.mwb.im smileditunggu kunjungan dan komentar balik
nya di blog saya ? Thanks ..

Ludy septian pada 14:51, 29-Jul-12

oke sob , nice post sory, baru brkunjung,,,,,
udah 3 minggu gk buka MWB, hehehe
jnggan lupa kunbalnya ya sob.....

http://ludyseptian.heck.in/kembali-ke-mwb-plus-datang-bawa-3-apikas.xhtml

Kardinata pada 15:25, 29-Jul-12

wwaaahh..
Tambah ilmu ku nih .. smile

Tp sayang text yg warna hijau terlalu silau gan buat dibaca.

ibnu gunar pada 17:10, 29-Jul-12

wah...hebat ilmu sharafnya euy...
Chomei the Theologian ..
Thanx buat anunya yah kang.
Hehe...

Viiekeyz pada 17:17, 29-Jul-12

nice post gan...
maaf baru bisa berkunjung
karena ane vakum lagi...
kalo berkenan mampir ya di blog
ane
http://viiekeyz.heck.in sukses selalu buat agan n blog'a

Adhy pada 17:18, 29-Jul-12

hadir kang

unyil anak kecil pada 17:42, 29-Jul-12

kunjungan perdana gan,
Wah bermanfaat nh postnya,
Kalo ada waktu mampir2 ya sob
unyil23.mywapblog.com

☆ HeRmAn™SisX☆ pada 17:56, 29-Jul-12

knjngn sore gan mantp artikelnya ane ikt nymak ja ya hehe mw bka puasa dulu nh

Rinaldi pada 18:49, 29-Jul-12

Nice post.

Atank Gnetumgnemon pada 20:25, 29-Jul-12

Trimakasih masta, nambah pengetahuan lagi, tp maaf teks warna hijau tidak smuanya terbaca karna kontras..wasalam

Ryand Blends Anime™ pada 20:56, 29-Jul-12

Haduuhh tulisannya banyak amat sobb..

siap2 sambil ngopii belajarnya..

mampir balik yaww..

ke http://blends-animes.com

ARECA Anak REmaja CAcaban pada 21:26, 29-Jul-12

mantap sobat,thanks dah mampir! wink

kalo ada waktu mampir ya!

Ariss pada 21:32, 29-Jul-12

kunjungan mlm sob, ngikut nyimx gan, sucses selalu. Thanks

DJemz Mobile Blogz pada 23:58, 29-Jul-12

nice info sob.
Ijin baca biggrin

Mr zankay pada 13:47, 30-Jul-12

mantapppppppp jangan lupa come back

Muhammad A'ant pada 16:12, 30-Jul-12

subhanallah,,,,nice bro,,

ahmadz s60v5 pada 13:44, 31-Jul-12

postingan yang sangat bermanfaat bagi orang mukmin...mrgreen

http://ahmadz.mywapblog.com/auto-text-blackberry-di-s60v3-s60v5.xhtml

NAWANZ ~RED ARMY~ pada 15:21, 31-Jul-12

keren banget sob post nya, thx dah share

Google pada 02:54, 01-Agu-12

kifarat=menebus!!
Ane baru taubiggrin

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar